Selasa, 12 Januari 2010

imajinasi

disalin dari >>> http://www.metrotvnews.com



Saat Anda kecil dulu Anda paling suka bermain peran apa? Sebagai ibu atau sebagai anaknya? Atau mungkin malah berperan sebagai dinosaurus? Atau ikan duyung? Mungkin Anda sudah tidak bisa mengingatnya dengan jelas, tetapi setiap anak tentunya merasakan fase tersebut, demikian juga dengan anak Anda saat ini.

Kelihatannya lucu dan aneh saat si kecil tiba-tiba berbicara sendiri dan bahkan mengaku-aku memiliki teman khayalan. Dan lama-lama hal ini membuat Anda takut, jangan-jangan anak saya gila, pikir Anda.

Tenang saja, anak Anda tidak gila kok, dia hanya sedang bermain dengan imajinasinya saja. Hal ini sangat wajar dan lumrah, karena otak anak-anak kian hari merangsang respon dan lebih aktif ketimbang saat masih bayi. Banyak pertanyaan muncul di benaknya, dan pertanyaan serta pengamatan yang dia lakukan membuat dia akhirnya nyaman berada di dalam khayalan.

Menurut Dorothy Singer, seorang profesor psikologi dari Yale University seperti dilansir Primary School Suite 101, anak-anak yang aktif berimajinasi cenderung lebih cerdas dan mudah bersosialisasi saat berada di sekolah. Karena imajinasi justru membuat anak-anak lebih mudah memecahkan suatu persoalan dengan memandang dari sudut pandang yang berbeda. Anak juga lebih kreatif dalam berpikir, mencoba untuk meruntun dengan logika apa-apa saja yang bisa dan mungkin terjadi. Imajinasi juga memperkaya pengetahuan anak, karena rasa keingintahuan mereka yang besar mendorong mereka untuk mencari dan menggali lebih dalam sesuatu yang ingin mereka tahu.

Namun tak selamanya imajinasi ini berujung baik, mungkin Anda sempat menyimak beberapa berita kecelakaan yang terjadi ketika anak-anak sedang bermain. Entah itu saat berperan sebagai Superman, Naruto atau tokoh dalam acara SMACK DOWN. Imajinasi mereka sebenarnya bagus, karena kekaguman mereka pada tokoh-tokoh yang mereka suka. Namun mereka tidak tahu benar bahaya yang mengincar mereka akibat usaha yang mereka lakukan untuk membuat imajinasi mereka menjadi kenyataan.

Merinding memang melihat fenomena tersebut, namun jangan biarkan hal seperti itu membatasi imajinasi anak Anda. Justru karena adanya fenomena yang terjadi, sebaiknya kita sebagai orang tua selalu mendampingi anak saat bermain serta membantu mereka lebih kreatif dalam mengembangkan imajinasinya.

Tips:

Lalu bagaimana cara kita membantu anak mengembangkan imajinasi mereka?

1. Ajak mereka bermain peran, tentunya Anda bisa lebih cermat memberikan pilihan peran bagi mereka. Dan berikan contoh pada mereka, bagaimana peran yang baik.

2. Gunakan alat bantu, misalnya kartu, atau boneka untuk membantu mereka bermain peran. Sehingga ini lebih aman bagi fisik mereka, karena mereka mengalihkannya pada boneka atau media lain. (Kpl/ICH)

0 komentar:

Dimana ya ?

Memuat...

 
Powered by Blogger