Tampilkan postingan dengan label Gus Dur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gus Dur. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2010

Guru Bangsa

Metrotvnews.com

Semarang: Doa untuk melepas kepergian Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terus mengalir di berbagai daerah. Di Semarang, Jawa Tengah, puluhan warga yang berbeda agama memanjatkan doa untuk Gus Dur.

Doa lintas agama ini dilakukan di Gereja Santa Maria di Jalan Tanah Mas, Semarang. Sejumlah perwakilan agama seperti dari agama Islam, Hindu, Buddha, Konghucu dan Kristen turut hadir dalam doa mengenang Gus Dur.

Doa diawali bernyanyi bersama lagu Gugur Bunga untuk mengenang sosok Gus Dur sebagai tokoh yang dikagumi. Selanjutnya tiap perwakilan agama menyampaikan kesan-kesan mereka terhada sosok Abdurrahman Wahid.

Dalam kesan-kesan yang disampaikan, pada intinya menilai Gus Dur sebagai sosok yang patut ditiru karena tidak pernah membeda-bedakan manusia dari sisi apapun, termasuk sisi agama. Keteladanan Gus Dur ini membuat semua agama bisa menyatu dalam damai. Sejumlah peserta doa menangis mengenang kepergian Gus Dur. Di akhir doa, dipanjatkan agar Gus Dur tenang di peristirahatan terakhir dan diterima di sisi Tuhan.(Endang Istanti/DSY)

Berita Terkait

Angka 9

9

>>> Mengenang Gus Dur

>>> Gusdurisme

>>> DPR uncensored

Angka 9
Sumber / Dokumen >>> metrotv.com

Asmaul husna ada 99. 9 adalah angka yang sangat luar biasa rahasianya, penuh makna. Angka 9 dikali berapa pun jumlahnya tetap 9. 9 x 2 = 18 = 1 + 8 = 9; 9 x 3 = 27 = 2 + 7 = 9; 9 x 9 = 81 = 8 + 1 = 9; 9 x 11 = 99 = 9 + 9 = 18 = 1 + 8 = 9. Sekarang coba angka 9 kalikan dengan angka pilihan Anda, maka hasil akhirnya pun tetap 9. Subhanallah.Gus Dur wafat pada pikul 18.45, tanggal 30, bulan 12, tahun 09. Semua angka tersebut jika dikalikan dengan angka itu sendiri, jumlahnya adalah 9. 18 x 18 = 324 = 3 + 2 + 4 = 9; 45 x 45 = 2025 = 2 + 0 + 2 + 5 = 9; 30 x 30 = 900 = 9 + 0 + 0 = 9; 12 x 12 = 144 = 1 + 4 + 4 = 9; 18 x 45 x 30 x 12 x 09 = 2624400 = 2 + 6 + 2 + 4 + 4 + 0 + 0 = 18 = 1 + 8 = 9. Lalu ada apa dengan pukul 18.45 , saat Gus Dur wafat ? Lihat QS. Al-Kahfi (18):45, “Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit , maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Gus Dur ibarat air hujan yang turun dari langit dan memberi kesejukan atau perdamaian di bumi. Lalu kembali ke sisi Allah dengan kuasa-Nya.” Lagi-lagi 18 = 1+ 8 = 9 dan 45 = 4 + 5 = 9

Pbb

PBB Beri Penghormatan untuk Gus Dur
 
gus_dur5.JPG
DOK.SRIPO
Gus Dur
Sriwijaya Post - Jumat, 8 Januari 2010 13:38 WIB
NEW YORK - Masyarakat internasional yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terutama sekretaris jenderal organisasi itu Ban Ki-moon, menyampaikan penghormatan dan penghargaan kepada mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang meninggal pada 30 Desember 2009.

Ungkapan penghormatan bagi sosok yang menjabat sebagai Presiden ke-4 RI, periode 20 Oktober 1999-24 Juli 2001, tersebut mengalir melalui Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York.

PTRI yang berlokasi beberapa blok dari Markas Besar PBB itu selama tiga hari, yaitu 4-6 Januari, menyediakan Buku Duka Cita yang ditempatkan di Perpustakaan Abdurrahman Wahid di gedung PTRI New York.

Di perpustakaan itu diletakkan foto Gus Dur, bendera Merah Putih yang dipasang setengah tiang, serta bunga.

Perpustakaan itu diresmikan langsung Gus Dur pada 5 September 2000 di sela-sela kunjungannya sebagai Presiden RI ke New York dalam rangka menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tahunan.

Menurut Kuasa Usaha Ad Interim PTRI-New York, Duta Besar Hasan Kleib, ucapan duka cita dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon disampaikan melalui sekretaris kabinetnya, Vijay Nambiar.

Sekjen PBB mencatat bahwa Gus Dur merupakan tokoh yang membuat Indonesia terkenal di seluruh dunia.

"Gus Dur akan dikenang untuk ketakwaan, kesederhanaan dan visi besarnya. Ia menjadikan bangsa Indonesia dihormati di seluruh dunia karena semangat demokratisnya," demikian seperti ditulis Vijay Nambiar atas nama Sekjen PBB.

Hasan Kleib mencatat setidaknya ada empat hal yang banyak dinyatakan berbagai pihak di kalangan PBB tentang kontribusi Gus Dur terhadap Indonesia dan dunia, yaitu upayanya memajukan penghormatan HAM; peningkatan proses demokrasi; harmonisasi antar-agama; dan pluralisme di Indonesia.

Sementara itu, seorang pejabat tinggi PBB yang pernah mengenal secara pribadi sosok Gus Dur, yaitu Wakil Sekjen PBB urusan Politik B. Lynn Pascoe, juga mendatangani Gedung PTRI New York.

Lyn Pascoe, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia periode Oktober 2004-Februari 2007, menulis: "Presiden Gus Dur merupakan mercu suar kebijaksanaan dan toleransi bangsa Indonesia dan dunia. Saya merasa sangat terhormat pernah mengenal dan bekerja sama dengan beliau".

Penghormatan bagi Gus Dur juga diberikan oleh perwakilan negara-negara anggota PBB dari berbagai kawasan, termasuk sembilan negara sahabat sesama negara ASEAN, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Kamboja dan Myanmar.

Para wakil tetap negara-negara ASEAN itu langsung mendatangi PTRI New York untuk menyatakan duka cita serta mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan Gus Dur.

Wakil Tetap Singapura Vanu Gopala Menon, misalnya, menulis "Pak Abdurrahman Wahid akan selalu dikenang sebagai sosok yang menjunjung tinggi harmonisasi antar-keyakinan serta membangun dasar Indonesia menjadi negara demokrasi yang bergairah seperti sekarang.

"Beliau adalah ulama yang disegani dan merupakan reformis sejati. Indonesia kehilangan salah satu putera terbaiknya. Sumbangsih dan peninggalan Pak Wahid akan dikenang oleh Indonesia dan teman-temannya di seluruh dunia."

Negara tetangga Indonesia lainnya, yakni Australia, melihat Gus Dur selain sebagai penjunjung semangat toleransi, juga sebagai sosok dengan karakter unik.

Perwakilan tetap Australia untuk PBB, Gary Francis Quinlan, melihat Gus Dur sebagai sosok yang memiliki pemikiran terbuka dan bersikap santai.

Gus Dur dinilai unik karena canda yang dilontarkannya namun juga karena keingintahuan, optimisme serta komitmennya terhadap perlindungan sipil dan penegakkan demokrasi.

"Ia dihormati di kawasan dan dunia global," tulis Quinlan.

PTRI New York menyampaikan surat pemberitahuan tentang meninggalnya Gus Dur ke Sekretariat PBB pada 30 Desember 2009.

PBB saat ini beranggotakan 192 negara, termasuk Indonesia.

Lebih 70 pihak termasuk petingggi PBB lainnya, seperti para wakil Sekjen PBB, utusan khusus Sekjen PBB serta wakil tetap maupun kuasa usaha ad interim negara-negara anggota PBB, secara langsung menyampaikan ucapan duka cita mereka.

Ucapan duka cita dan penghormatan bagi Gus Dur juga datang dari Israel, anggota PBB yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Dalam Buku Duka Cita, Kuasa Usaha Ad Interim Israel Daniel Carmon menulis, "Presiden Abdurrahman Wahid adalah negarawan dunia, pemimpin dan promotor dialog antar-agama dan kebudayaan. Upayanya membawa perdamaian adalah sesuatu yang harus dihargai dan diingat. Dunia membutuhkan pemimpin-pempimpin seperti Presiden Wahid!".

Kamis, 07 Januari 2010

Pahlawan

SURABAYA, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengeluarkan surat keputusan mengenai kepahlawanan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai tindak lanjut dari usulan masyarakat agar mantan presiden yang meninggal dunia pada akhir 2009 itu diangkat menjadi pahlawan nasional.
  
"SK itu hari ini kami kirimkan lewat kurir kepada Mensos (Menteri Sosial)," kata Gubernur Soekarwo di Surabaya, Rabu (6/1/2010).
  
Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 3 poin 12-d Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom, gelar pahlawan nasional harus diusulkan dari daerah.
  
Sebelum mengeluarkan surat keputusan itu, Gubernur terlebih dulu menerima SK Kepahlawanan Gus Dur yang dikeluarkan Bupati Jombang Suyanto.
  
"SK dari Bupati Jombang itu kami terima tadi malam. Maka pada pagi harinya kami langsung mengeluarkan SK untuk dikirimkan kepada Mensos," kata Soekarwo.
  
Surat Keputusan Gubernur itu dilampirkan dalam surat permohonan kepada Mensos untuk segera menetapkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional.
  
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, Pemprov Jatim akan memperingati tujuh hari wafatnya Gus Dur pada Rabu malam. "Kami dan Bapak Gubernur nanti akan mengadakan tahlilan bersama di Tebuireng," kata keponakan Gus Dur itu.
  
Peringatan tujuh hari wafatnya Gus Dur itu diselenggarakan Pemprov Jatim dan anggota keluarga Gus Dur di Jombang. Sementara itu, sejumlah tokoh nasional telah menghadiri tujuh hari wafatnya Gus Dur bersama ribuan masyarakat di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Selasa (5/1/2010) malam.

Sabtu, 02 Januari 2010

pejuang itu telah pergi,






Dokumen Detiknews

Kairo
- Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur selama menimba ilmu Kajian Islam dan Bahasa Arab pada Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (1964-1966), juga meninggalkan banyak kenangan.

Kenangan pada Gus Dur itu diangkat kembali dalam acara salat ghaib dan tahlilan yang diadakan oleh KBRI Kairo pada 31/12/2009 pukul 15.00 waktu setempat di Wisma Duta.

Salat gaib untuk Gus Dur berlangsung seusai salat Ashar dengan mendapat kehormatan bertindak selaku imam adalah Direktur Asrama Mahasiswa al-Azhar (Madinat Al-Buuts Al-Islamiyah) Syeikh Abdul Mun’im Faudah, diikuti 100 mahasiswa dan keluarga besar KBRI Kairo.

Syeikh Abdul Mun’im mengenang bahwa Gus Dur adalah ibnu Madinat Al-Buuts Al-Islamiyah, putera Asrama Mahasiswa Al-Azhar tersebut yang tumbuh cerdas, demikian seperti dituturkan Konselor Fungsi Penerangan dan Sosial-Budaya KBRI Kairo Iwan Wijaya M kepada detikcom Kamis petang.

Selama belajar di Al-Azhar, Gus Dur muda juga sambil bekerja pada rentang 1964-1966 di Bidang Protokol dan Konsuler KBRI Kairo.

Duta Besar RI untuk Mesir A.M. Fachir menekankan bahwa ketekunan Gus Dur menuntut ilmu di luar negeri dan mau bekerja itu patut menjadi contoh bagi pemuda dan pelajar Indonesia, agar para pemuda dapat meneruskan cita-cita membangun bangsa dan negara.

Ketika menjadi presiden, Gus Dur tak lupa Mesir dan melakukan kunjungan kerja ke negeri yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya itu sebanyak dua kali. Kunjungan pertama pada Juni 2000 dalam rangka menghadiri KTT Kelompok 5 ke-10. Kunjungan kedua adalah pada Februari 2001 untuk menghadiri KTT Delapan Negara-negara Islam (D-8).

"Saya menyimpan banyak kenangan pada masa saya tinggal di Mesir, saat belajar di al-Azhar. Kenangan yang saya banggakan dan tak akan saya lupakan sebagaimana saya tak melupakan jasa Mesir," kenang Dubes Fachir, mengutip ucapan Gus Dur kala itu.

"Masa-masa itu adalah saat yang paling penting dalam hidup saya, sebab saat itu merupakan masa pembentukan kepribadian. Saya lahir tahun 1940 dan saat di Mesir itu saya in the prime of life. Masa pembentukan kepribadian saya adalah di Mesir, maka saya merasa bahagia setiap kali berkunjung ke Mesir," lanjut Fachir, mengenang kata-kata cucu Hadratus Syeikh Hasyim Asy'ari itu.

Fachir menegaskan bahwa Gus Dur lebih dari sekadar mantan seorang presiden bagi bangsa Indonesia. "Beliau adalah guru bangsa, yang kiprahnya patut menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia," demikian Fachir.

Para mahasiswa yang hadir merasa terinspirasi oleh jejak perjalanan Gus Dur. Hingga kini mahasiswa Indonesia menjadi penghuni terbesar di asrama Al-Azhar Buuts yang pernah dihuni Gus Dur itu, yakni 450 mahasiswa putera dan 87 mahasiswa puteri.

Jumat, 01 Januari 2010

GURU BANGSA kini telah pergi...



Dokumen wiwitfatur.wordpress.com

Seperti yang sudah saya janjikan dalam postingan saya sebelumnya, bahwa saya akan menampilkan Hasil Notulasi Catatan Akhir Tahun Gus Dur yang diadakan di Hotel Santika Jakarta pada tanggal 28 Desember 2008 kemarin, berikut ini saya penuhi janjinya.

KH. Abdurrahman Wahid:

Para hadirin dan hadirot, saya sendiri sebenarnya nggak menyangka akan begini. Perasaan saya hanya dua-tiga orang saja gitu. Ndak apa-apalah sudah.

Kalau kita lihat pada tahun 2008, maka kita melihat adalah bahwa masa itu adalah masa yang dipenuhi oleh krisis yang sudah 10 tahun lebih tidak kunjung selesai. Terjadi krisis multisektoral yang mau tidak mau akan membawa kita kepada suatu keadaan yang apabila tidak bisa diselesaikan dengan baik akan menjadi ajang bagi kita untuk melihat bagaimana pertentangan-pertentangan itu pada akhirnya akan berkembang.

Yang jadi masalah sekarang menurut saya adalah krisis identitas. Identitas kita tidak pernah jelas sampai sekarang. Saya selalu menggunakan istilah garis batas dialog tentang Undang-Undang Dasar kita tidak pernah jelas.
Orasi Gus Dur akhir tahun 2008

Hotel Santika: Orasi Gus Dur akhir tahun 2008

Contoh, garis batas yang ditetapkan oleh presiden Thomas Jefferson di Amerika Serikat. Presian ketiga. Dia selalu mementingkan hak-hak dasar dari warga masyarakat. Itu yang paling pokok. Karena dia berhasil maka kita lihat sekarang Undang-undang Amerika Serikat ini ada perkawinan lesbi, perkawinan gay, dan sebagainya. Jadi sudah ada semacam hasil yang dikeluarkan.

Tapi kalau kita lihat pada sisi lain, namanya batas. Menteri keuangan di Thomas Jefferson yaitu Alexander Hamilton yang belakangan mati karena duel pistol, dadanya mati ketembak maka dia meletakkan garus batas pada hak-hak negara bagian.

Orang Amerika tidak pernah dialog, konstitusi keluar dari batas hak-hak warga negara, hak-hak perorangan dan hak-haknegara bagian. George Bush sekarang ngikuti yang dua ini, bagi dia yang penting hak-hak negara bagian.

Kita melihat bahwa garis batas mempunyai arti sangat penting. Di kita belum selesai dan tidak pernah ada pembicaraan mengenai hal itu, yaitu kalau kita ikuti masyarakat kita dimana hak-hak itu baru mulai dibicarakan, yaitu menrurut saya bagaimana hubungan antar kelompok di Indonesia. Dan itu paling pokok. Dan itu sudah terjadi sekarang ini dimana ada hak-hak dari kelompok yang menganggap dirinya paling benar dan ada menganggap bahwa Indonesia ini merupakan kesatuan dari sejumlah pandangan-pandangan. Satu sama lain haruslah sama-sama menenggang rasa.

Ini sudah dimulai sejak Abad 6 Masehi, ketika Fan Yen mendarat dari Tiongkok di Sriwijaya. Kita belum tahu yang mana ini Sriwijayanya, tiga Sriwijayanya kan?. Pusat kerajaan itu, satu di Lampung, satu di Palembang dan satu di Jambi.

Bagaimana orang-orang Budha yang mestinya menganggap dirinya benar dan yang lain salah. Tapi ternyata pada Abad ke 8 ketika orang-orang pergi ke Jawa melalui Pelabuhan Pekalongan terus naik ke atas ke Sesi, Kajen, dst lalu sampai kepada Dieng atau yang sekarang dikenal dengan nama Wonosobo. Maka orang-orang Budha itu bertemu dengan sebuah kerajaan di daerah Dieng itu. Kerajaan ini adalah beragama Hindu, tidak diapa-apakan oleh budaya itu. Tidak diusur atau dipindah tempatkan. Silahkan saja kalau mau Hindu ya Hindu saja.

Orang-orang Sriwijaya sendiri adalah orang Budha. Ketika berhadapan dengan kerajaan Hindu mereka kemudian berbelok ke Selatan sedikit dan meneruskan perjalanan ke Timur sedikit, meneruskan perjalanan memasuki daerah Magelang sana atau katakanlah daerah Borobudur sekarang. Mereka mendirikan Kerajaan Borobudur, Candi borobudur, lalu mereka menyelesaikan candi, dsb. Ada yang terus sebagian menuju ke Yogya dan mereka mendirikan kerajaan Budha. Jadi mereka lewat itu tidak pernah ribut dengan orang beragama lain atau berpendirian lain dari mereka sendiri.

Lalu pada Abad ke-9 Masehi, itu orang-orang Budha di sana sudah menjadi Hindu Budha. Ada yang tetap menjadi Budha dan ada yang menjadi Hindu Budha. Mereka ke Candi Prambanan, Roro Jonggrang. Di sana mereka menjadi Hindu Budha. Nah orang-orang Hindu dan orang-orang Budha itu marah-marah kepada mereka, menyerbu tapi gagal. Lalu orang-orang Hindu Budha itu yang isinya menjadi pluralis pindah ke Jawa Timur dibawah pimpinan Prabu Dharmawangsa. Itu pada Abad ke- 9.

Mereka pergi kira-kira 600 km jauhnya sampai di daerah Kediri dan mereka mendirikan Kerajaan Hindu Budha disana, yang belakangan diberi nama kalau tidak Kediri ya Jenggala. Salah satu diantara dua hal itu. Raja terbesarnya adalah Prabu Airlangga. Dua abad di Kediri itu mereka lalu mereka berpindah ke Singosari (Utara Malang), disana kita melihat Ken Arok, Tunggul Ametung, dan sebagainya, juga dua abad lamanya ketika Raden Wijaya. Namanya Raden Wijaya ini sebetulnya Muslim, saya duga dia orang Tionghoa dengan marga Uwi. Dia bertengkar dengan mertuanya, Prabu Kertanegara. Dalam pertengkaran itu akhirnya Raden Wijaya pindah, tidak ke Timur (Bromo) atau ke Barat (Batu), tapi ke Utara, ke pinggir Sungai Brantas. Disanalah mereka mendirikan kerajaan Majapahit.

Lagi-lagi ya pluralistik, agama negara nggak tahu ada apa tidak tapi yang penting disana orang bikin tiga macam agama, Hindu- Budha dan Santri. Nah ini kebetulan sekali orang-orang santri dilindungi Angkatan Laut Tiongkok di Brantas. Nah pada waktu itu orang-orang Tionghoa itu Angkatan Lautnya sudah semua Muslim, dari Madagaskar sampai Tahiti. Lautan Pasifik semuanya Muslim. Lalu ada seorang Menteri Peperangan Tiongkok. Dia itu Konghucu Fundamentalis.

Nah, dia khawatir sama orang-orang rantau dari Tiongkok ini kemudian kembali ke daratan Tiongkok membeli tanah, karena sudah kaya raya. Pada akhirnya Islam menjadi negara agama di Tiongkok. Dia khawatir hal ini. Karenanya begitu menjadi wali negara, karena Rajanya itu mati dan anaknya masih kecil, dia menjadi walinya. Dia menjadi wali selama sepuluh tahun.

Tindakan pertama yang diambil sebagai wali negara adalah memerintahkan perahu-perahu, kapal layar dan sebagainya dari daerah rantau kembali ke pantai-pantai Tiongkok. Disana perahu-perahu tersebut dan kapal-kapal dibakar, maka putuslah hubungan antara Cina Daratan dengan Hoa Kiao atau Perantau-perantau.

Pada waktu putus itu akhirnya orang-orang Tionghoa di Indonesia itu diambil oleh orang-orang santri sebagai orang asli walaupun tampangnya Cina. Ini terjadi, saya kira dua generasi di enam puluh tahun lamanya. Enam puluh lima tahun itu di Indonesia tidak ada orang Tionghoa. Karena orang Tionghoa sudah diserap menjadi warga negara asli, tapi yang baru belum kembali/belum datang.

Setelah dua generasi itu, maka VOC memberanikan diri untuk mengimpor orang-orang dari daratan Tionghoa untuk menjadi pedagang, petani, menjadi apa saja itu. Kalau kita lihat di Kalimantan Barat sekarang, tukang becaknya saja orang Tionghoa. Jadi semuanya menunjuk kepada keadaan sosial yang menjadi pegangan.
gus-dur-akhir-tahun-2

gus-dur-akhir-tahun-2

Nah setelah mereka kembali kemari menjadi, waktu itu ada lima kejadian besar. Ini diceritakan oleh Ana siapa saya lupa. Itu dia Direktur Bank Pembangunan Eropa, itu membuat buku tahun 1442. Dia katakan bahwa ada 5 kejadian besar yang orang jarang tahu.

Ketika Vasco de Gamma sampai di daerah Bahama, di Laut Karibia. Itu satu kejadian, tapi dia bilang lima kok, nggak satu. Kedua, ketika para pelaut dari Eropa sampai di sebuah kerajaan di Afrika Tengah. Sampai di sana biasalah orang Eropa mendarat, ternyata mereka dihadang oleh orang-orang sana asli, yang menjadi warga negara dari sebuah kerajaan Islam. Ketika berperang, maka orang Eropa itu mengeluarkan senjata api, yang waktu itu menggunakan pelor yang menyembur keluar dan menyala. Karena itu terkenal bahwa orang Eropa pakai senjata lidah api. Kerajaan Afrika Tengah tersebut pindah ke tengah-tengah benua tersebut. Lalu orang-orang Eropa itu tinggal menunggu di pelabuhan enak-enak saja. Dari situ kemudian kejadian pelaut-pelaut Eropa dalam pelayaran mereka menuju Tanjung Harapan (Gate of Good Hope) di Afrika Selatan itu mereka mampir mengambil air. Dari Gate of Good Hope itu mereka lalu menyusur pantai kemudian pergi Kelawa. Dari Kelawa mereka menuju Asia Tenggara. Ini semua merupakan bagian pelayaran.

Berikutnya (Ketiga), adalah ketika sebuah wangsa di Kelawa atau di India itu berhasil-di Eropa, berhasil menempatkan salah seorang warga mereka menjadi Paus Clement Ke II. Nah, disitu menggunakan sogokan, perempuan, dan segala macamlah supaya dia bisa jadi Paus. Nah disinilah terjadi sesuatu yang luar biasa yaitu Kisma antara gerakan atas nama Kristen Protestan dengan Kristen Katolik. Kisma ini tidak dapat dihindarkan, akhirnya menghasilkan pemecahan Gereja Katolik melawan Gereja Protestan sampai hari ini.

Keempat, ada ketika Dinasti Kazimierski di Polandia menang terhadap Dinasti Moskowitz di Rusia. Timbul masalah, bahasa apa yang dipakai oleh si orang kalah tadi?. Mestinya bahasa Polandia tapi entah mengapa orang-orang Polandia itu memutuskan boleh memakai Bahasanya Dinasti Moskowitz. Dalam dua generasi saja, sekitar enam puluhan tahun itu Rusia bisa mengalahkan lawan-lawannya dan komunisme menjadi bahasa. Kelima, baru si sekretaris negara Ji.

Ini kita lihat bahwa Indonesia ini merupakan lahan yang bagus sekali untuk mengadakan perjumpaan-perjumpaan atau mengadakan toleransi yang tinggi. Tidak ada masalah apa-apa. Ini sebetulnya merupakan konsekuensi dari hidup serba plural tadi. Karenanya kalau ada yang menganggap dirinya lebih berkuasa dari lain-lain, maka namanya dia tidak mengerti kondisi Indonesia.

Sejak Abad ke-6 saja sudah ada kata-kata atau pengertian Bhinneka Tunggal Ika yaitu Berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Ini akhirnya oleh Mpu Tantular dijadikan bagian dari bukunya dan sampais ekarang kita pakai Bhinneka Tunggal Ika.

Jadi menurut saya sampai sekarang Bangsa Indonesia tidak jelas maunya apa. Pengen hidup makmur, dan segala macam tapi hal itu tidak akan mungkin terjadi kalau sistem ekonominya masih seperti sekarang. Yaitu yang kaya tambah kaya dan yang miskin tambah miskin. Ini jelas sekali.

Bahkan untuk menghapuskan Demokrasi, itu saja presiden SBY tidak berani menyebut terang-terangan menyatakan Anti Korupsi. Diam-diam saja dia, orang disuruh menangkap KPK. Bukan dia sendiri toh yang menangkap?. Jadi dia itu orang yang tidak mau dilawan. Jadi siapapun yang bertugas menjadi menteri dan sebagainya, dibela sih tidak tapi dia tidak mau menyerang mereka. Diam-diam dia itu karena kelemahannya dia diam saja sampai sekarang. Akibatnya kita berada dalam satu keadaan yang serba cair, bisa begini dan bisa begitu. Saya rasa inilah hasil dari penglihatan saya. Jadi karena itu saya mengharapkan kita bisa mencari penyelesaian terhadap persoalan-persoalan pokok bangsa yang juga dibuat oleh pemerintah, bukan siapa-siapa. Ini merupakan sebuah cara untuk mengamati, mungkin yang lain teman-teman itu bisa melihatnya dari cara-cara lain. Terima kasih.

Dimana ya ?

 
Powered by Blogger